El Nino Super Diperkirakan Picu Kerugian Ratusan Triliun di Afrika
Jakarta, CNN Indonesia — Fenomena El Nino kuat diperkirakan dapat menyebabkan kerugian ekonomi hingga US$20 miliar bagi negara-negara Afrika terdampak. Direktur Perubahan Iklim dan Pertumbuhan Hijau Bank Pembangunan Afrika (AfDB) Anthony Nyong menyatakan bahwa dampak El Nino juga berpotensi memicu migrasi massal dari wilayah terdampak parah.
Fenomena El Nino dan Dampak di Afrika
El Nino merupakan pola iklim yang ditandai oleh peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis. Di Afrika, El Nino kerap terkait dengan kekeringan parah, banjir, dan badai di beberapa wilayah. Para ahli memperingatkan bahwa El Nino tahun ini bisa menjadi yang terkuat sepanjang sejarah jika tren pemanasan di Samudra Pasifik terus berlanjut.
Fenomena ini berpotensi mengancam ketersediaan pangan, air, serta dapat mempengaruhi keuangan pemerintah dan sektor perbankan. AfDB memperkirakan bahwa bencana El Nino dapat merusak infrastruktur dan menimbulkan tekanan pada negara-negara yang kekurangan dana untuk pembayaran pinjaman pembangunan.
Persiapan dan Dampak Jangka Panjang
AfDB memperkirakan bahwa petani Afrika telah mengalami kehilangan pendapatan hampir US$330 juta tahun ini akibat El Nino. Tujuan utama saat ini adalah memperkuat ketahanan sebelum bencana tersebut terjadi, sehingga negara-negara Afrika harus memperkuat persiapan mereka. Kurangnya sumber daya dan persaingan untuk lahan penggembalaan dan air juga dapat memperburuk kerentanan yang ada di beberapa wilayah.
Nyong mengatakan bahwa negara-negara Afrika perlu mempersiapkan diri sebelum bencana terjadi. Upaya ini akan menjadi salah satu fokus utama dalam perundingan iklim global berikutnya di Turki pada November mendatang. Menurutnya, lebih baik membangun pagar sekarang daripada harus membayar ambulans mahal untuk menanggulangi bencana yang terjadi.












