Anggota DPR RI Desak Outlet Holywings Grup di Pemalang Ditutup
Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier, mendesak pemerintah daerah Pemalang untuk menutup outlet Holywings Grup (HWG) di wilayah tersebut. Desakan ini disuarakan setelah adanya aduan dari masyarakat terkait dugaan penjualan minuman keras di outlet tersebut. Selain itu, Rizal juga menyoroti masalah legalitas perijinan outlet HWG.
Perijinan dan Pelanggaran
Rizal mengungkapkan bahwa outlet HWG merupakan unit usaha dari PT Semarang Ciamik Soro berdasarkan izin NIB dengan KBLI 56101 untuk mendirikan restoran. Namun, faktanya outlet tersebut bukan restoran melainkan tempat penjualan minuman beralkohol dengan mengelabui sebagai minuman anggur. Hal ini menunjukkan adanya pelanggaran terkait izin usaha yang dimiliki oleh outlet tersebut.
Penjualan minuman keras di outlet HWG tidak hanya dilakukan secara langsung tetapi juga melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat karena aksesibilitas untuk membeli minuman keras menjadi semakin mudah, terutama melalui platform daring seperti Grab.
Pembiaran dan Dampak Sosial
Rizal menegaskan penolakannya terhadap peredaran minuman keras yang diklaim sebagai minuman anggur di daerah pemilihannya, termasuk di Pemalang. Ia menduga adanya pembiaran terhadap peredaran minuman tersebut yang dapat merusak tatanan sosial masyarakat.
Praktik pembiaran terhadap peredaran minuman keras di outlet HWG dinilai sebagai ancaman serius terhadap moral dan masa depan generasi muda serta berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, Rizal mendesak penutupan operasional outlet HWG dan investigasi menyeluruh terkait jaringan distributor minuman ilegal tersebut.












