Pengadilan Negeri Malang Terima Audiensi dari Berbagai Organisasi di Malang Raya
Pengadilan Negeri Malang kedatangan 15 perwakilan dari berbagai organisasi lintas sektor di Malang Raya dalam sebuah pertemuan audiensi pada Rabu (1/7/2026). Rombongan yang dipimpin oleh Ketua MES Kota Malang, Hiswana Migas, Apersi Korwil Malang, serta HKTI Kabupaten Malang, diterima langsung oleh Ketua PN Malang, Akhmad Fijiarsyah Joko Sutrisno.
Ketua Pengadilan Negeri Malang Menyoroti Pentingnya Perubahan Budaya Kerja
Dalam kesempatan itu, Ketua PN Malang, Akhmad Fijiarsyah Joko Sutrisno, menyampaikan betapa pentingnya perubahan budaya kerja dan pola pikir dalam membangun organisasi yang lebih baik. Menurutnya, kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten setiap hari akan membentuk karakter yang kuat, sementara kebiasaan buruk akan menjadi penghambat ketika harus beradaptasi dengan perubahan.
Akhmad Fijiarsyah juga menekankan peran penting seorang pemimpin dalam membentuk budaya kerja yang sehat dan profesional. Keteladanan pemimpin melalui contoh langsung dinilai lebih efektif daripada hanya memberikan instruksi verbal kepada bawahannya.
Komunikasi Batas Kewenangan Hukum
Selain membahas manajemen organisasi, pertemuan ini juga mengklarifikasi batas kewenangan hukum terkait sengketa ekonomi syariah. Ditegaskan bahwa penyelesaian sengketa semacam itu sepenuhnya berada di wewenang Pengadilan Agama. Masyarakat disarankan untuk langsung menempuh jalur hukum yang berlaku apabila menghadapi permasalahan serupa.
Di sisi lain, Akhmad Fijiarsyah memaparkan target penyelesaian kasus di Pengadilan Negeri Malang yang berhasil menekan angka tumpukan perkara yang belum terselesaikan menjadi hanya sekitar 200 hingga 300 dari target 2.500 perkara per tahun.
Pada akhirnya, Akhmad Fijiarsyah menyampaikan tiga prinsip utama kepemimpinan yang baik, yaitu belajar dari pengalaman, keberanian untuk berkorban, dan rasa tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan tugas. Ia juga menekankan pentingnya menjaga ibadah sebagai dasar spiritual dalam kehidupan sehari-hari.












