Berita  

Pemkab Lamongan Raih Penghargaan Kelembagaan Terbaik Pencegahan Perkawinan Anak

Pemkab Lamongan Raih Penghargaan Kelembagaan Terbaik dalam Pencegahan Perkawinan Anak

Penghargaan Kelembagaan Terbaik dalam Pencegahan Perkawinan Anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, menyerahkan penghargaan kepada Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara. (Foto: Diskominfo Lamongan)

Pada Penilaian Kinerja Pencegahan Perkawinan Anak (PPA) Award Provinsi Jawa Timur Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan berhasil meraih penghargaan sebagai Kelembagaan Terbaik. Kabupaten Lamongan memperoleh penghargaan tersebut dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Provinsi Jawa Timur.

Keberhasilan Lamongan dalam Pencegahan Perkawinan Anak

Penghargaan bergengsi itu diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara. Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan Pemkab Lamongan dalam membangun sistem kelembagaan yang kuat, kolaboratif, dan berkelanjutan untuk mencegah perkawinan anak.

Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menjelaskan bahwa berkat upaya sinergis lintas sektor, seperti pemerintah daerah, Pengadilan Agama, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga Forum Anak Lamongan, angka perkawinan anak di bawah 18 tahun berhasil ditekan.

Dorongan Regulasi dan Layanan Digital

Data tahun 2025 menunjukkan penurunan 32 persen jumlah dispensasi kawin dan 47 persen angka perkawinan anak. Selain itu, Desa Nol Perkawinan Anak juga terus menunjukkan perkembangan positif, dengan 357 desa dan kelurahan telah mencatatkan nol kasus perkawinan anak.

Untuk memperkuat keberhasilan tersebut, Pemkab Lamongan mengembangkan inovasi digital berupa Informasi Komunikasi Pencegahan Perkawinan Anak dan Pusat Pembelajaran Keluarga (IN-KOMPPAKGA). Platform ini menyediakan layanan registrasi konseling daring, konsultasi keluarga melalui WhatsApp, pusat informasi dan edukasi, serta integrasi data dengan berbagai lembaga terkait.

IN-KOMPPAKGA membuat layanan pencegahan perkawinan anak lebih mudah diakses masyarakat secara cepat, efektif, dan terintegrasi. Keberhasilan Lamongan dalam mengatasi permasalahan perkawinan anak menjadi contoh yang patut diapresiasi dan dijadikan inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

Source link