METI Yakin Target PLTS 100 GW Bisa Terwujud
Target pemerintah Indonesia untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt (GW) diyakini bisa tercapai oleh Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI). Namun, Norman Ginting sebagai Plt Ketua Umum METI menyoroti delapan tantangan utama yang perlu diatasi untuk meraih target tersebut.
Tantangan dan Kendala yang Harus Diatasi
Menurut Norman Ginting, terdapat delapan tantangan utama yang harus diselesaikan untuk mencapai target PLTS 100 GW. Tantangan-tantangan tersebut meliputi ketersediaan lahan, keterbatasan teknis intermitensi, kesiapan infrastruktur, pembiayaan, kepastian hukum, kebijakan dan peraturan, rantai pasok industri, serta persiapan sumber daya manusia. Norman menegaskan bahwa penyelesaian delapan tantangan ini merupakan kunci keberhasilan mencapai target PLTS 100 GW.
Manfaat dan Urgensi Pembangunan PLTS
Norman Ginting juga menjelaskan bahwa pembangunan PLTS memiliki manfaat yang besar, terutama dalam hal aksesibilitas energi terbarukan. Energi surya merupakan sumber energi yang dapat diakses sepanjang tahun, sesuai dengan kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan tropis dengan sinar Matahari yang cukup melimpah setiap harinya. Selain itu, Norman juga menekankan bahwa harga energi dari tenaga surya saat ini semakin terjangkau dan bahkan dapat lebih murah dibandingkan dengan diesel.
Dalam konteks keberlanjutan, Norman menyoroti bahwa penggunaan tenaga surya memperhatikan prinsip keberlangsungan dengan umur solar panel yang dapat mencapai hingga 25 tahun. Selain sebagai sumber listrik, keberadaan PLTS diharapkan juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya di daerah pedesaan.












