Pakar Ungkap Penyebab Gelombang Panas Terparah di Eropa

Jakarta, CNN Indonesia — Eropa sedang mengalami gelombang panas terparah yang pernah terjadi dalam sejarahnya. Para ilmuwan meyakini bahwa situasi ini disebabkan oleh krisis iklim yang semakin parah akibat pembakaran bahan bakar fosil.

Fenomena Gelombang Panas di Eropa

Hampir setengah dari 850 kota besar di Eropa kini menghadapi kondisi tingkat stres panas tertinggi sepanjang sejarah. Kelembapan udara yang tinggi membuat keringat manusia kurang efektif dalam mendinginkan tubuh, membuat gelombang panas menjadi lebih berbahaya bagi kesehatan.

Inggris baru-baru ini mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah di bulan Juni, mencapai 36,7 derajat Celsius di Somerset. Banyak wilayah Eropa Barat melaporkan lonjakan kasus darurat medis yang mengkhawatirkan, bahkan menyebabkan beberapa kematian.

Analisis dan Peringatan Ilmuwan

Konsorsium World Weather Attribution (WWA) mengungkapkan dalam analisis terbarunya bahwa cuaca ekstrem semakin buruk akibat polusi karbon di atmosfer. Ketika dibandingkan dengan 2003, gelombang panas saat ini terjadi dengan suhu 2 derajat Celsius lebih tinggi, sebagai dampak dari pemanasan global yang semakin parah.

Ilmuwan memperingatkan bahwa tanpa tindakan yang nyata untuk mengatasi krisis iklim, kondisi di masa depan bisa menjadi lebih ekstrem lagi. Musim panas tahun ini yang sangat menyiksa bisa terasa ‘sejuk’ jika dibandingkan dengan situasi di masa mendatang.

Dalam studi mereka, WWA menggunakan data suhu riil dan prakiraan cuaca untuk menganalisis gelombang panas terbaru di Eropa. Mereka menegaskan bahwa krisis iklim adalah faktor utama di balik fenomena panas ekstrem yang terjadi.

Solusi Menghadapi Krisis Iklim

Kepala Iklim PBB, Simon Stiel, menekankan bahwa solusi untuk mengatasi krisis iklim sudah jelas, yaitu dengan beralih ke energi bersih yang lebih ramah lingkungan. Stiel menyoroti bahwa dunia masih terlalu bergantung pada bahan bakar fosil, yang menyebabkan situasi semakin tidak terkendali.

Para ilmuwan juga membantah anggapan bahwa fenomena ini merupakan variasi alami cuaca. Mereka menjelaskan bahwa tekanan udara tinggi yang menahan udara panas di Eropa adalah pola cuaca yang lumrah terjadi, tetapi pemanasan global membuat suhu panasnya menjadi lebih ekstrem.

Masyarakat dan pemerintah di Eropa perlu meningkatkan investasi dalam sistem peringatan dini, mitigasi, serta membangun infrastruktur yang tahan terhadap panas. Hal ini diperlukan untuk melindungi warga dari dampak kesehatan yang semakin meningkat akibat gelombang panas yang intens.

Source link