Larissa Chou Memilih Kembali ke Agama Kristen: Penjanda 2 Kali

Simak Gugatan Cerai Larissa Chou terhadap Ikram Rosadi

Jakarta, VIVA – Kabar perceraian yang kembali menghampiri Larissa Chou menjadi sorotan publik. Setelah rumah tangganya dengan Ikram Rosadi berada di ambang perpisahan, perhatian netizen kini juga tertuju pada unggahan-unggahan Larissa Chou di media sosial yang dinilai mencerminkan pergulatan batin, termasuk soal keyakinan yang selama ini dianutnya.

Larissa Chou Resmi Ajukan Gugatan Cerai

Larissa Chou diketahui telah resmi mengajukan gugatan cerai terhadap Ikram Rosadi di Pengadilan Agama Ngamprah. Gugatan tersebut diajukan setelah pernikahan yang telah berjalan sekitar dua setengah tahun diwarnai konflik berkepanjangan.

Berdasarkan keterangan yang beredar, penyebab keretakan rumah tangga keduanya bukan karena adanya orang ketiga maupun perselingkuhan. Perceraian dipicu oleh perselisihan dan pertengkaran yang terus terjadi sehingga sulit menemukan jalan damai.

Sidang Lanjutan 29 Juni 2026

Sidang perdana perkara perceraian telah digelar pada 15 Juni 2026 dengan pendampingan kuasa hukum dari MR Law Firm. Sementara itu, sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026. Melalui akun Threads miliknya, Larissa Chou mengakui bahwa keputusan mengakhiri pernikahan bukanlah langkah yang mudah. Namun, ia menilai keputusan tersebut merupakan jalan terbaik demi melanjutkan kehidupan bersama anak-anaknya.

Larissa Chou dan Pergulatan Batinnya

Di tengah proses perceraian yang sedang berlangsung, unggahan terbaru Larissa Chou justru memunculkan spekulasi baru. Banyak netizen menilai isi tulisannya berkaitan dengan kondisi keimanannya setelah menghadapi berbagai ujian hidup. Unggahan tersebut lebih banyak dipahami sebagai bentuk kegelisahan batin yang tengah dirasakan Larissa di tengah persoalan rumah tangga dan tekanan hidup yang sedang dihadapinya.

Sebelum memeluk Islam, Larissa Chou merupakan penganut agama Kristen. Ia lahir dan dibesarkan dalam keluarga nonmuslim dengan latar belakang budaya Tionghoa serta perbedaan keyakinan di lingkungan keluarganya.

Source link