DPRD Kota Surabaya Minta SSB Memberdayakan Warga Sekitar
Pada Senin (29/6/2026), Komisi B DPRD Kota Surabaya menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pembukaan outlet Spesial Soto Boyolali (SSB) di Jalan Kenjeran. Dalam rapat tersebut, terungkap bahwa DPRD meminta komitmen SSB dalam memberdayakan warga sekitar.
Sinergi Antara Pelaku Usaha, Masyarakat, dan Pemerintah
Anggota Komisi B, Baktiono, menekankan pentingnya sinergi antara pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah. Hal ini bertujuan agar investasi yang masuk dapat bermanfaat bagi warga sekitar sambil tetap menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Menurutnya, Surabaya merupakan tempat yang aman untuk investasi dengan sistem yang memudahkan bagi para investor.
Komitmen SSB dalam Berinteraksi dengan Lingkungan
Penanggung jawab opening outlet SSB, Ardapasa, menjelaskan bahwa sejak awal pihaknya telah berkomunikasi dengan lingkungan setempat. Bahkan sebelum menyewa lokasi, mereka sudah mendekati Ketua RT setempat pada 3 Oktober 2025. Ardapasa menyatakan bahwa SSB akan memprioritaskan warga setempat sebagai tenaga kerja, sesuai dengan standar operasional perusahaan. Mereka juga telah merealisasikan hal ini dan memiliki data tenaga kerja lokal sebagai bentuk transparansi.
Meski demikian, dalam RDP tersebut, sejumlah warga masih menyampaikan aspirasi terkait keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan parkir. Ardapasa menegaskan keterbukaan pihaknya terhadap evaluasi dan mengedepankan komunikasi dengan lingkungan sekitar untuk memberdayakan warga sekitar.
Terkait pengelolaan parkir, Ardapasa menjelaskan bahwa kerja sama dengan pihak ketiga dilakukan untuk menjaga standar pelayanan, namun tetap memperhatikan keterlibatan warga setempat dalam pelaksanaannya.












