PDI Perjuangan Malang Berkomitmen Sebagai Penyeimbang Pemerintahan
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, menegaskan arah politik partainya dalam mengawal pemerintahan. Didik menyatakan bahwa PDI Perjuangan memosisikan diri sebagai partai penyeimbang (kontrol sosial), bukan sebagai oposisi yang asal menolak kebijakan.
PDI Perjuangan: Partai Penyeimbang dalam Pemerintahan
Menurut Didik, partai berlambang banteng moncong putih tersebut akan berkomitmen penuh mengawal stabilitas pembangunan demi kepentingan masyarakat luas. Pernyataan tersebut disampaikan saat memperingati Haul Bung Karno di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang.
“Posisi kami adalah sebagai penyeimbang di pemerintahan, bukan sebagai oposisi. Kita akan mendukung setiap program pemerintah yang dinilai baik dan berdampak positif bagi rakyat, namun tetap mengkritisi program-program yang perlu diperbaiki,” ujar Didik.
Kritik Konstruktif terhadap Program Makan Bergizi Gratis
Salah satu fokus kritikan konstruktif Didik adalah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Didik mengakui kebaikan program tersebut, namun memberikan catatan strategis terkait skala prioritas implementasinya. Menurutnya, program tersebut akan lebih efektif jika diawali dengan menyasar wilayah-wilayah yang paling membutuhkan, seperti daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Didik juga menekankan pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan. Ia mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi berkala dan verifikasi ulang terhadap data penerima manfaat program MBG agar alokasi anggaran tidak salah sasaran.
Optimisme Didik terhadap Masa Depan SDM Indonesia
Didik percaya bahwa integrasi kebijakan yang tepat akan melahirkan SDM Indonesia yang unggul di masa depan. Dengan pemenuhan gizi dan pendidikan yang merata, Indonesia bisa mencapai target mencetak generasi emas 2045.
Didik berharap dengan pemenuhan gizi anak-anak, anggaran negara selanjutnya dapat dioptimalkan untuk sektor pendidikan. Hal ini diharapkan dapat mendukung cita-cita mencetak Generasi Emas 2045. Dengan begitu, mutu dan kualitas generasi penerus bangsa akan terjaga dengan baik.












