Berita  

Patungan Dana Swadaya Warga Twelagiri Bangun Jalan Rp 100 Juta






Warga Twelagiri Bangun Jalan dengan Dana Swadaya

Warga Twelagiri Bangun Jalan dengan Dana Swadaya

Suara Indonesia Banjarnegara – Kesabaran warga dua dusun di Desa Twelagiri, Kecamatan Pagedongan Banjarnegara, Jawa Tengah, akhirnya berubah menjadi aksi nyata. Setelah sekitar lima tahun jalan penghubung Twelagiri–Argasoka tak kunjung diperbaiki, masyarakat sepakat bergotong royong mengumpulkan dana untuk membangun akses tersebut secara swadaya.

Proses Perbaikan Jalan

Proses perbaikan dimulai dengan pengerukan material tanah menggunakan satu unit alat berat guna mengurangi kemiringan tanjakan sehingga jalan lebih aman dan mudah dilalui kendaraan. Setelah itu, rencananya akan dilakukan pengaspalan jalan untuk menciptakan akses yang lebih baik.

Manap, salah satu warga setempat, menyatakan bahwa inisiatif ini lahir karena kondisi jalan yang semakin rusak dan menghambat aktivitas masyarakat. Usaha untuk memperbaiki jalan tersebut sebelumnya sudah diajukan kepada pemerintah namun belum terealisasi. Akhirnya, warga memutuskan untuk bersatu dan melaksanakan perbaikan jalan secara mandiri.

Sistem Pengumpulan Dana

Untuk membiayai pembangunan, warga menerapkan sistem iuran. Pemilik kendaraan bermotor seperti mobil menyumbang Rp500 ribu, pemilik sepeda motor Rp100 ribu, sementara warga yang tidak memiliki kendaraan turut berpartisipasi dengan iuran Rp50 ribu. Total dana yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp100 juta, sedangkan hingga saat ini sudah terkumpul sekitar Rp50 juta.

Perbaikan jalan ini melibatkan hampir 500 warga dari 13 RT yang tersebar di dua dusun di Desa Twelagiri. Mereka bergotong royong untuk mengumpulkan dana dan tenaga demi mewujudkan akses jalan yang lebih baik, tanpa harus menunggu bantuan pemerintah.

Jalan yang sedang diperbaiki merupakan akses tercepat menuju Kota Banjarnegara. Melalui jalur ini, warga hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit, sedangkan jalur alternatif membutuhkan waktu lebih lama dengan jarak sekitar 20 kilometer atau sekitar 30 menit perjalanan.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari Kepala Desa setempat atau pihak terkait lainnya terkait proyek perbaikan jalan yang dilakukan oleh masyarakat Twelagiri. Semoga dengan kolaborasi dan kebersamaan ini, akses transportasi di wilayah tersebut dapat semakin terjaga dan memudahkan mobilitas warga.

(Sumber: Suara Indonesia)

Source link