Jakarta, CNN Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa lima daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini mengalami kondisi siaga kekeringan meteorologis.
Menurut Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Suci Agustiarini, hari tanpa hujan yang terus-menerus telah menyebabkan kondisi ini di NTB.
Daerah yang Terdampak
Daerah yang masuk dalam status siaga kekeringan meliputi Kecamatan Sekotong di Kabupaten Lombok Barat, Kecamatan Jonggat di Kabupaten Lombok Tengah, Kecamatan Pringgabaya dan Suela di Kabupaten Lombok Timur, Kecamatan Hu’u dan Manggalewa di Kabupaten Dompu, serta Kecamatan Palibelo di Kabupaten Bima.
Hari tanpa hujan terpanjang tercatat di Stasiun Meteorologi Muhammad Salahuddin di Kabupaten Bima yang mencapai 35 hari berturut-turut.
Situasi Saat Ini dan Peringatan dari BMKG
Saat ini, sejumlah kecamatan di NTB berada dalam status waspada kekeringan meteorologis menurut BMKG. Masyarakat diminta untuk mengantisipasi krisis air bersih karena hari tanpa hujan yang terus berlangsung.
BMKG memperkirakan peluang hujan masih terbatas di beberapa wilayah Pulau Lombok dan Sumbawa. Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan, lahan, atau permukiman.
Prediksi BMKG
Berdasarkan pemantauan terakhir, BMKG melaporkan bahwa Indeks Indian Ocean Dipole (IOD) negatif dan ENSO (El-Nino Southern Oscillation) berada pada kategori El-Nino Moderat. El-Nino diprediksi akan tetap pada kategori Moderat hingga akhir tahun 2026.
BMKG meminta agar masyarakat tetap waspada dan menjaga lingkungan dari potensi kekeringan dan kebakaran yang lebih luas di wilayah NTB.












