Berita  

Keberhasilan SPMB 2026: Proses Responsif dan Transparan di SMPN 25 Makassar

Pendaftaran SPMB 2026 di SMPN 25 Makassar Dinilai Transparan dan Responsif

Kepala UPT SPF SMPN 25 Makassar, H. Nurhadi Taiya, menerima apresiasi dari orang tua siswa terkait proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Pelaksanaan jalur Non Domisili di sekolah tersebut dinilai transparan, tertib, dan sesuai tahapan melalui sistem daring berbasis Super Apps Lontara Plus.

Proses Pelaksanaan SPMB di SMPN 25 Makassar

Proses penerimaan murid baru di SMPN 25 Makassar sudah mencapai tahap verifikasi berkas pada jalur Non Domisili. Orang tua siswa yang mengikuti proses pendaftaran memberikan feedback positif terkait responsivitas panitia yang membantu dalam mengatasi kendala selama proses pendaftaran online.

Menurut Rahman, salah satu orang tua siswa, panitia sangat membantu dalam memberikan arahan untuk memperbaiki berkas yang diunggah. Hal ini memudahkan proses pendaftaran bagi peserta. Selain itu, mekanisme verifikasi dilakukan secara berjenjang untuk memastikan akuntabilitas dalam seleksi.

Komunikasi dan Keterlibatan Orang Tua

SMPN 25 Makassar juga melibatkan orang tua siswa dalam proses pendidikan dengan mengadakan wawancara dan sosialisasi tata tertib sekolah. Para orang tua juga diikutsertakan dalam grup WhatsApp sebagai sarana penyampaian informasi terkait kegiatan pembelajaran.

Kepala UPT SPF SMPN 25 Makassar, H. Nurhadi Taiya, secara langsung terlibat dalam melayani dan mengedukasi orang tua siswa. Ia menjelaskan persyaratan serta jalur penerimaan murid baru di sekolah tersebut. Nurhadi juga memberikan arahan kepada orang tua siswa terkait persiapan dokumen kependudukan yang diperlukan.

Diharapkan dengan integritas, transparansi, dan keterlibatan orang tua, pelaksanaan SPMB 2026 di SMPN 25 Makassar dapat memberikan pengalaman yang baik bagi seluruh peserta. Orang tua siswa merasa terbantu dengan sistem penerimaan yang responsif dan akuntabel.

Pendaftaran Jalur Domisili

Dinas Pendidikan Kota Makassar kini membuka pendaftaran jalur domisili untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP. Jalur domisili diperkirakan akan menjadi jalur dengan jumlah pendaftar terbanyak. Sistem pendaftaran berbasis online diharapkan dapat mengurangi kepadatan dan memastikan proses berjalan lancar.

Source link