Berita  

Cilacap Masuki Awal Kemarau: Warga Diminta Waspada Kekurangan Air

Cilacap Masuki Awal Musim Kemarau, BMKG Imbau Warga Waspada

Menjelang musim kemarau, masyarakat Cilacap, Jawa Tengah, diingatkan untuk waspada terhadap potensi kekurangan air bersih. Imbauan ini disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo, pada Selasa (16/6/2026).

Teguh menjelaskan bahwa tanda-tanda awal musim kemarau sudah mulai terlihat di Cilacap. Cuaca yang terasa lebih dingin di pagi hari dan sinar matahari yang menyengat di siang hari menjadi ciri khas peralihan musim saat ini. Ditambah dengan arah angin yang dominan dari Timuran, intensitas hujan pun mulai menurun.

Prakiraan Curah Hujan dan Potensi Kekeringan

Untuk bulan Juni, BMKG mencatat prakiraan curah hujan di Cilacap berkisar antara 51 hingga 200 mm. Diperkirakan bahwa puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Agustus 2026, dengan curah hujan yang sangat minim, hanya mencapai 0–50 mm per bulan.

Teguh menekankan pentingnya antisipasi dini terhadap dampak kekeringan, seperti kekurangan air bersih dan potensi kebakaran lahan. Konsistensi angin timuran juga dapat memicu ketinggian gelombang laut, yang berpotensi mencapai lebih dari 3 meter di wilayah perairan Cilacap dan sekitarnya.

Imbauan dan Peringatan BMKG

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan antisipasi dini terhadap potensi kekeringan. Selain itu, warga pesisir, khususnya nelayan, diminta untuk waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu.

Dengan adanya peringatan ini, diharapkan semua pihak dapat bersiap menghadapi musim kemarau dengan lebih baik. Kesiapsiagaan dan kerjasama antarinstansi serta masyarakat akan sangat diperlukan untuk mengurangi dampak buruk akibat kekeringan di masa yang akan datang.

Source link