Berita  

Tradisi Tukar Takir dan Gunungan Meriah di Kemranggon Banjarnegara

Tradisi Tukar Takir dan Gunungan Meriahkan Tahun Baru Hijriah di Kemranggon Banjarnegara

Ratusan warga Desa Kemranggon, Kecamatan Susukan, Banjarnegara, memeriahkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan tradisi tukar takir dan kirab gunungan. Ritual ini dilaksanakan sebagai bentuk syukur atas hasil panen dan untuk mempererat kebersamaan di antara warga setempat.

Pesta Tukar Takir dan Kirab Gunungan

Para warga dari tiga dusun Desa Kemranggon berkumpul di taman desa dengan membawa tenong berwarna-warni yang berisi takir. Takir tersebut berupa nasi dan aneka lauk yang dibungkus daun pisang. Mayoritas peserta, terutama perempuan, terlihat antusias dalam mengikuti tradisi turun-temurun ini yang telah menjadi bagian dari budaya lokal.

Selain takir, masing-masing dusun juga mengarak gunungan hasil bumi yang berisi berbagai sayuran dan produk pertanian lainnya. Setelah didoakan oleh sesepuh desa, warga saling menukar makanan yang dibawa dan menikmatinya bersama. Suasana semakin meriah ketika warga bertarung merebut hasil bumi dari gunungan tersebut, karena mereka meyakini bahwa makanan tersebut membawa berkah bagi keluarga mereka.

Syukur dan Kerukunan

Salah satu warga, Sinta, bahkan rela berdesak-desakan demi mendapatkan hasil bumi dari gunungan. Ia berhasil membawa pulang terong, kacang panjang, dan sawi. Begitu pula dengan Turiyah yang menyatakan bahwa tradisi tukar takir merupakan bentuk rasa syukur atas hasil panen sekaligus sebagai sarana mempererat kerukunan antar warga.

Kepala Desa Kemranggon, Sutoyo, menegaskan bahwa tradisi tukar takir dan kirab gunungan hasil bumi ini terus dilestarikan sebagai upaya untuk mempertahankan kearifan lokal, meningkatkan silaturahmi, dan semangat gotong royong di masyarakat. Sebanyak 6.000 takir terkumpul dari tiga dusun dalam perayaan Tahun Baru Hijriah tersebut.

Dengan budaya dan tradisi yang kental, warga Desa Kemranggon berhasil menciptakan momen yang penuh makna dalam menyambut pergantian tahun Islam. Semoga tradisi ini tetap lestari dan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lain dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan dan rasa syukur.

Source link