Roket SpaceX Akan Tabrak Bulan: Prediksi Astronom Independen
Pada 5 Agustus 2026, salah satu tahapan roket Falcon 9 milik SpaceX diprediksi akan menghantam permukaan Bulan. Hal ini diperkirakan akan terjadi tujuh hari sebelum Gerhana Matahari Total melintasi langit pada 12 Agustus.
Prediksi Tumbukan dan Lokasi
Prediksi ini datang dari astronom independen Bill Gray, pengembang perangkat lunak Project Pluto yang digunakan untuk melacak objek-objek di dekat Bumi. Gray memperkirakan titik tumbukan berada di sekitar kawah Einstein, area dengan banyak bekas benturan di batas antara sisi dekat dan sisi jauh Bulan.
Roket yang dimaksud adalah tahap atas dari misi bernama 2025-010D yang diluncurkan pada Januari 2025. Tahap atas ini tidak dirancang untuk kembali ke Bumi, dan saat ini melayang bebas dalam orbit, mendekati Bulan dengan jarak tertentu.
Tabrakan dengan Kecepatan Tinggi
Tabrakan ini diprediksi akan terjadi dengan kecepatan sekitar tujuh kali kecepatan suara. Meskipun perhitungan lintasan benda ruang angkasa seperti ini dapat diprediksi dengan baik karena hanya bergantung pada gravitasi, ada faktor ketidakpastian kecil seperti tekanan radiasi surya yang bisa mempengaruhi perjalanan roket.
Meskipun kejadian ini tidak membawa bahaya, para ilmuwan memperingatkan tentang masalah sampah antariksa di sekitar Bulan. Dengan rencana program Artemis NASA dan China untuk membawa astronaut ke Bulan, keberadaan sampah antariksa semakin mendesak untuk diatasi.
Prediksi tabrakan ini menjadi peristiwa menarik sebelum Bulan memainkan perannya dalam Gerhana Matahari Total tujuh hari setelahnya, di mana Bulan akan menutup sepenuhnya cahaya Matahari di beberapa wilayah di Bumi.












