Berita  

Manfaat Digitalisasi dalam Pendidikan: Batasi Penggunaan, Prof. Kurjum

Perkembangan Teknologi Digital dan Pendidikan: Antara Tantangan dan Peluang

Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan pada dunia pendidikan, seperti yang disampaikan oleh Prof. Dr. H Mohammad Kurjum, MAg, seorang Guru Besar dan Kandidat Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya. Menurutnya, kemajuan teknologi memberikan akses pengetahuan yang lebih luas dan cepat bagi siswa, namun juga menimbulkan tantangan baru dalam pembentukan karakter dan adab generasi muda.

Perubahan Pola Perhatian Siswa

Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah pola perhatian siswa yang menjadi lebih pendek dan terfragmentasi. Mereka cenderung terbiasa dengan konten-konten singkat dan instan, sehingga kesabaran dalam membaca teks panjang atau mengikuti diskusi lebih panjang mulai menurun. Hal ini menjadi perhatian serius dalam menghadapi era digital ini.

Dampak Positif dan Negatif Teknologi dalam Pendidikan Islami

Di satu sisi, teknologi juga membawa dampak positif, seperti kemampuan siswa dalam menemukan informasi dengan cepat, berkolaborasi melalui dokumen daring, dan kemandirian belajar yang lebih baik. Namun, peningkatan motivasi eksternal dan penurunan motivasi intrinsik serta adab dalam bertanya menjadi tantangan tersendiri. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan mendapatkan jawaban instan dari kecerdasan buatan.

Selain itu, Kurjum juga menekankan bahwa peran guru sangatlah penting dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai moral dalam pendidikan Islam. Guru harus tetap menjadi teladan, penyampai nilai, dan pembimbing bagi siswa, meskipun teknologi terus berkembang pesat.

Tanggung Jawab Bersama dalam Menghadapi Era Digital

Lebih lanjut, Prof. Mohammad Kurjum mengingatkan bahwa tanggung jawab dalam mengelola dampak teknologi digital di pendidikan diemban bersama oleh seluruh elemen pendidikan. Guru, lembaga pendidikan, orang tua, dan siswa memiliki peran masing-masing dalam menetapkan kebijakan, kurikulum, serta batasan penggunaan teknologi demi menjaga nilai-nilai moral dan etika dalam proses belajar-mengajar.

Dengan demikian, peran guru dalam memberikan keteladanan, membimbing, dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang seimbang antara teknologi dan nilai-nilai keislaman sangatlah krusial. Kegagalan dalam memperkuat kapasitas pendidik dapat mengakibatkan hilangnya nilai-nilai etika dan moral di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Sehingga, menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan pembentukan karakter siswa menjadi tantangan utama bagi dunia pendidikan, terutama dalam era digital yang terus berkembang pesat.

Pendidikan Islam di Masa Depan: Antara Transaksional dan Humanis

Prof. Mohammad Kurjum melihat bahwa masa depan pendidikan Islam dapat mengarah ke dua kemungkinan yang sangat berbeda. Jika tidak diarahkan dengan baik, pendidikan akan menjadi transaksional, di mana kecerdasan buatan menggantikan peran guru dan manusia hanya menjadi pengawas teknis. Dalam kondisi tersebut, adab dan ruh pendidikan akan hilang, meninggalkan kekosongan nilai-nilai moral.

Oleh karena itu, kuncinya terletak pada pendidikan manusia yang mampu mengendalikan teknologi, bukan sebaliknya. Pendidikan Islam memiliki potensi besar melalui maqashid syariah untuk menjadi penyeimbang yang krusial dalam era teknologi yang terus berkembang. Dengan demikian, peran guru tetap tak tergantikan dalam membentuk karakter dan moral generasi muda, meskipun di tengah dominasi kecerdasan buatan dan media sosial.

Source link