Asal Usul Uranium & Prosesnya Jadi Bahan Bakar Nuklir






Iran-<a href="https://portalberitaantara.net/2026/06/10/analisis-detail-apache-helikopter-as-selat-hormuz/">Amerika</a> Serikat Perang Nuklir: Masalah Uranium dan Pengayaan

Iran-Amerika Serikat: Perang Nuklir dan Urusan Uranium

Selama perang sengit antara Iran dan Amerika Serikat, sorotan dunia tertuju pada uranium. Teheran setuju untuk mengurangi dan mentransfer uranium yang telah diperkaya ke negara ketiga sebagai tanggapan terhadap tawaran AS untuk mengakhiri konflik. Namun, Iran menetapkan syarat-syarat ketat, termasuk jaminan pengembalian uranium jika negosiasi gagal dan penolakan terhadap pembongkaran fasilitas nuklir.

Sumber Uranium: Proses Pengayaan dan Asal-Usulnya

Uranium, bahan pokok dalam program nuklir, berasal dari kerak bumi. Bahan mentah ini ditemukan di seluruh dunia namun hanya sejumlah kecil negara seperti Australia, Kanada, Kazakhstan, Namibia, dan Rusia yang mampu menyumbang mayoritas pasokan uranium global. Diperkaya dari dua isotop utama, yaitu uranium-235 dan uranium-238, pengolahan uranium ini penting dilakukan sebelum dapat digunakan dalam aplikasi nuklir.

Proses Pengayaan dan Penggunaan Uranium

Proses pengayaan uranium umumnya melalui sentrifugasi gas, yang memisahkan isotop U-235 yang lebih dibutuhkan dalam reaktor nuklir atau pembuatan senjata. Terdapat dua tingkatan pengayaan uranium, yaitu rendah (LEU) dengan kurang dari 20% U-235 dan tinggi (HEU) dengan 20% atau lebih U-235, yang digunakan sesuai dengan keperluan nuklir baik untuk pembangkit listrik maupun keperluan militer.

Proses pengayaan hingga tingkat senjata nuklir (90% atau lebih) memungkinkan pembuatan senjata yang lebih efisien dan berbahaya, dengan potensi merusak yang lebih besar. Oleh karena itu, pantauan terhadap aktivitas pengayaan nuklir menjadi sangat penting untuk mencegah penyebaran teknologi senjata nuklir ke negara-negara tidak berwenang.

Source link