Teknologi Nuklir: Ambisi Indonesia dalam Pembangkit Energi dan Produksi Pangan
Jakarta, CNN Indonesia — Banyak yang mengasosiasikan teknologi nuklir dengan senjata mematikan, namun sebenarnya teknologi ini memiliki manfaat yang luas, termasuk sebagai pembangkit energi dan mendukung produksi pangan. Di Indonesia, penelitian nuklir sudah berlangsung lama dan menyasar berbagai sektor, utamanya pada bidang energi.
Energi Nuklir sebagai Bauran Energi Nasional
Menurut Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) BRIN, Syaiful Bakhri, pemerintah Indonesia telah menetapkan energi nuklir sebagai bagian dari bauran energi nasional hingga tahun 2060. Dalam proyeksi tersebut, energi nuklir diharapkan dapat menyumbang sekitar 7,9 persen dari pembangkit listrik nasional, dengan kapasitas daya sekitar 35 gigawatt.
Rencana ini tertuang dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) Tahun 2024, yang menargetkan kapasitas pembangkit listrik mencapai 443 gigawatt pada tahun 2060, dengan sebagian besar berasal dari sumber energi terbarukan dan pembangkit yang dapat diatur (non-VRE).
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia telah dirancang dalam RUEN. BRIN, bersama Badan Geologi, tengah menyiapkan tapak untuk PLTN pertama yang direncanakan beroperasi pada tahun 2032. Evaluasi tapak dilakukan secara cermat dan menyeluruh, termasuk penelitian potensi gempa bumi, tsunami, dan aspek lingkungan lainnya.
Proyeksi jangka panjang ini menuntut peningkatan sumber daya manusia di bidang nuklir, di mana BRIN memproyeksikan kebutuhan sekitar 200 peneliti baru dalam rangka mendukung pengembangan energi nuklir nasional.
Pemanfaatan Uranium Lokal dan Inovasi dalam Pangan
Selain untuk energi, teknologi nuklir juga dimanfaatkan dalam peningkatan produksi pangan. Indonesia telah mengembangkan varietas padi unggul yang dikembangkan melalui pemuliaan mutasi iradiasi.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga membantu dalam menghadapi krisis pangan global. BRIN juga bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dalam mengaplikasikan teknologi nuklir untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Pemanfaatan teknologi nuklir dalam berbagai sektor menjanjikan kontribusi yang besar bagi Indonesia, namun juga menuntut kewaspadaan dan pengelolaan yang baik terkait dengan potensi risiko yang terkait dengan teknologi ini.












