Berita  

Indonesia Walk for Peace 2026: Langkah Damai Bhikkhu

Indonesia Walk for Peace 2026: Perjalanan Penuh Makna Menuju Kedamaian

Oleh Jefri Hadi | 15 Mei 2026 | 21:05 – Dibaca 119 kali

Bhikkhu Berjalan Menuju Kedamaian

Perjalanan panjang melelahkan dilakukan puluhan bhikkhu yang berjalan perlahan di Pulau Jawa tanpa ada iring-iringan mewah atau sorak sorai, menjadikan Indonesia Walk for Peace 2026 merupakan simbol penting dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jawa Timur, Syaikhul Hadi, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai pengingat bahwa perdamaian dapat dimulai dari langkah-langkah kecil, saling menghormati, dan saling mendukung antarsesama.

Semangat Bhikkhu dalam Membawa Pesan Damai

Perjalanan Indonesia Walk for Peace 2026 menjadi lebih dari sekadar agenda spiritual menuju Perayaan Waisak Nasional di Candi Borobudur. Para bhikkhu menunjukkan semangat dengan jubah sederhana, langkah teguh, dan keyakinan bahwa perdamaian dapat tumbuh dari ketulusan hati manusia.

Dalam suasana hangat penuh kebersamaan, rombongan Bhikkhu disambut di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dengan dihadiri oleh 300 umat Buddha dari beberapa daerah bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pejabat Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Perjalanan Menuju Kedamaian

Rombongan Indonesia Walk for Peace tahun ini terdiri dari peserta lintas usia dengan satu tujuan yang sama, yaitu menyebarkan semangat perdamaian. Dalam perjalanan yang dipimpin oleh Bhante Prakari dari Thailand ini, para peserta mengalami berbagai momen menyentuh hati di sepanjang rute terpanjang selama 11 hari menuju Candi Borobudur.

Perjalanan para bhikkhu tersebut juga menjadi cermin bagaimana perdamaian sejati dibangun melalui kepedulian sederhana dan kesatuan dalam perbedaan. Di tengah tantangan global dan gesekan sosial, langkah-langkah kecil Bhikkhu tersebut menghadirkan harapan bagi Indonesia dalam menjaga persatuan.

Indonesia Walk for Peace 2026 bukan hanya tentang perjalanan fisik menuju Borobudur, tetapi ia menjadi perjalanan batin tentang kebersamaan, keberagaman, dan kedamaian yang harus terus dijaga dalam masyarakat.

Source link