Membangun Pesantren Ramah Anak di Jawa Tengah
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi bersama Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyuarakan pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui Halaqah Interaktif Pengasuh Pesantren Putri dan Pelatihan Musyrifah se-Karesidenan Banyumas di Pendapa Dipayudha Adigraha.
Pentingnya Perlindungan Santri dalam Pesantren
Arifah menekankan empat aspek penting dalam perlindungan santri, termasuk keamanan fisik, perlindungan martabat, kenyamanan emosional, dan lingkungan belajar yang mendukung. Dengan santri yang terlindungi dan nyaman, diharapkan mereka dapat tumbuh menjadi generasi unggul.
Rabithah Ma’ahid Islamiyah PWNU Jawa Tengah sebagai inisator kegiatan ini membawa tema “Dari Pesantren untuk Pesantren: Membangun Sistem Perlindungan Santri Berbasis Nilai Pesantren di Jawa Tengah.” Hal ini bertujuan untuk memperkuat sistem perlindungan santri di lingkungan internal pesantren.
Komitmen Bersama
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, jajaran pengurus NU Jawa Tengah, serta tokoh perempuan dari berbagai kabupaten. Bersama-sama, peserta menyusun rekomendasi kebijakan dan mendeklarasikan komitmen untuk membentuk Satuan Tugas Perlindungan Santri di masing-masing pesantren. Ini sebagai langkah konkrit dalam mewujudkan pesantren ramah anak dan perempuan di Jawa Tengah.












