Eks Dewan OpenAI Saksikan Sidang Elon Musk: Sorot Bukti

Peran Shivon Zilis dalam Sidang Gugatan Elon Musk Terhadap OpenAI

Jakarta, CNN Indonesia — Mantan anggota dewan OpenAI, Shivon Zilis, menjadi saksi kunci dalam sidang gugatan yang diajukan oleh Elon Musk terhadap OpenAI. Zilis memberikan kesaksian mengenai dinamika perusahaan serta komunikasi antara Musk dan pihak OpenAI.

Peran Zilis dalam Diskusi Awal OpenAI

Shivon Zilis, yang dikenal sebagai mantan eksekutif Tesla dan Neuralink, telah menjadi anggota dewan OpenAI sejak tahun 2016 hingga 2022. Dia memiliki peranan penting dalam urusan Musk dengan OpenAI sejak awal berdirinya perusahaan, termasuk diskusi tentang pembentukan struktur nirlaba untuk mendanai pengembangan kecerdasan buatan.

Dalam kesaksiannya, Zilis mengungkapkan berbagai komunikasi antara dirinya, Musk, dan pihak OpenAI melalui email, pesan singkat, serta catatan rapat yang menjadi bukti dalam pengadilan. Sejumlah opsi termasuk pembentukan perusahaan nirlaba atau akuisisi oleh Tesla dibicarakan sebagai solusi untuk masalah pendanaan OpenAI.

Hubungan Pribadi Zilis dengan Musk

Salah satu fakta menarik yang terungkap dalam sidang adalah hubungan pribadi antara Zilis dan Musk. Mereka memiliki hubungan kekeluargaan, di mana Zilis memiliki anak bersama Elon Musk. Meskipun demikian, Zilis bersikeras bahwa hubungan pribadinya tidak memengaruhi integritasnya sebagai anggota dewan OpenAI.

Ketika Musk meninggalkan dewan direksi OpenAI dan menghentikan pendanaan, Zilis tetap menjadi perantara antara Musk dan OpenAI. Bukti pesan yang dilampirkan oleh Zilis menunjukkan bahwa Musk ingin menjaga hubungan dekat dan bersahabat dengan OpenAI, bahkan berencana merekrut sejumlah staf OpenAI untuk bekerja di Tesla.

Namun, Zilis akhirnya memutuskan untuk mundur dari dewan OpenAI setelah Musk mulai membentuk xAI, yang kemudian menjadi kompetitor dari OpenAI. Hal ini menunjukkan bahwa Zilis memiliki komitmen pada visinya mengenai pengembangan kecerdasan buatan yang terbaik untuk kebaikan umat manusia.

Dalam gugatannya, Elon Musk menuntut ganti rugi sebesar US$130 miliar dari OpenAI, mengklaim bahwa sumbangannya telah disalahgunakan untuk kepentingan pribadi para pemimpin dan investor perusahaan tersebut. Gugatan Musk juga mengancam rencana OpenAI untuk melantai di bursa saham, yang dijadwalkan pada tahun ini.

Source link