Batu Berusia 250 Juta Tahun dan Bukti Nenek Moyang Mamalia Bertelur

Sebuah penelitian menemukan bukti yang menunjukkan nenek moyang mamalia ternyata bertelur, berdasarkan fosil embrio Lystrosaurus berusia 250 juta tahun yang ditemukan di Afrika Selatan. Para peneliti menggunakan teknologi tomografi komputer beresolusi tinggi dan sinchrotron untuk mengungkap bahwa rahang embrio Lystrosaurus belum sepenuhnya menyatu, menunjukkan bahwa embrio tersebut mati di dalam telur. Penemuannya memberikan wawasan baru tentang evolusi mamalia dalam konteks bertelur, serta memberikan penjelasan potensial mengenai mengapa Lystrosaurus bisa bertahan dari kepunahan massal 252 juta tahun yang lalu. Ukuran telur yang relatif besar memberikan keunggulan penting bagi kelangsungan hidupnya, sementara temuan tersebut juga berdampak pada pemahaman proses laktasi pada mamalia. Sebuah penelitian yang menarik, menarik minat Steve Brusatte, seorang profesor paleontologi dan evolusi dari Universitas Edinburgh di Skotlandia, yang melihatnya sebagai bukti evolusi mamalia dari nenek moyang reptil ber telur hingga spesies yang memberi makan anak dengan susu. Temuan ini akan membantu dalam menggali lebih dalam kisah sukses evolusi mamalia yang tersedia dalam jurnal PLOS One.

Source link