Berita  

Bupati Trenggalek Prioritaskan Pembiayaan Kesehatan bagi Pasien Kronis

Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengakui keterbatasan fiskal dalam membiayai seluruh penerima bantuan iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyebut kondisi ini membuat pemerintah harus melakukan prioritas, terutama bagi warga dengan penyakit kronis. Pada masa fiskal daerah yang masih kuat, Pemkab Trenggalek mampu menanggung seluruh penerima PBI. Namun, kondisi ini berubah sehingga pembiayaan harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Arifin menjelaskan bahwa jika seluruh pembiayaan dibebankan kepada Baznas, maka anggaran yang tersedia tidak akan mencukupi. Diperkirakan kebutuhan tambahan anggaran untuk layanan kesehatan kelas 3 mencapai sekitar Rp12 miliar per tahun. Selain masalah pembiayaan, Arifin menyoroti pentingnya data internasional penerima bantuan sosial antara pemerintah daerah dan pusat. Dia menyebut Posko Gertak yang telah berjalan sejak 2016 akan dioptimalkan untuk mendukung integrasi tersebut. Di tingkat desa, pemerintah membentuk tim operator untuk memastikan pendataan berjalan optimal. Arifin menegaskan pentingnya warga yang belum terdata untuk mendapatkan bantuan agar tidak menjadi “invisible people.” Untuk itu, pemerintah melakukan pengecekan langsung di lapangan sambil menunggu pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

Source link