Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa kekeringan yang semakin parah akibat dampak perubahan iklim dapat meningkatkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Dalam riset ini, para peneliti menemukan gen resistensi pada bakteri penghuni tanah yang dapat membuat bakteri lebih tahan terhadap antibiotik. Proses transfer gen horizontal memungkinkan penyebaran resistensi dari mikroba penghuni tanah ke mikroba yang menginfeksi manusia.
Resistensi antibiotik sudah menjadi masalah kesehatan yang serius, di mana patogen resisten terhadap antibiotik menyebabkan banyak kematian setiap tahun. Penulis utama studi ini, Dianne Newman, mengatakan bahwa kekeringan dapat memperburuk resistensi antibiotik dalam lingkungan tanah. Temuan ini didukung oleh hasil penelitian laboratorium yang menunjukkan bahwa kekeringan meningkatkan konsentrasi antibiotik dalam tanah, mempengaruhi pertumbuhan bakteri resisten terhadap antibiotik.
Analisis terhadap basis data metagenomik juga menunjukkan bahwa gen-gen terkait resistensi antibiotik meningkat selama periode-periode kering. Peningkatan resistensi ini dipicu oleh tekanan evolusi, di mana mikroba yang paling tangguh dan resisten bertahan hidup dalam kondisi yang mengancam sebagian besar mikroba lain. Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan iklim dan kekeringan dapat memperparah masalah resistensi antibiotik, yang mengancam kesehatan manusia secara global. Sesuai dengan analisis editorial, para ahli memperingatkan bahwa kekeringan yang berkelanjutan dapat memperluas penyebaran patogen resisten terhadap antibiotik, menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia di masa depan.






