Kementerian Kesehatan Jepang akan memulai uji coba kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk pemeriksaan kanker dengan tujuan mengurangi beban kerja dokter. Pedoman pemerintah telah mewajibkan sistem “pemeriksaan ganda” oleh minimal dua dokter untuk pemeriksaan kanker paru-paru, lambung, dan payudara di tingkat kota guna mencegah kesalahan dan mengurangi kekurangan dokter di fasilitas kesehatan.
Dalam uji coba yang disetujui oleh para panel ahli pada Senin (23/3), AI akan pertama-tama menganalisis gambar pemeriksaan kanker. Jika AI menunjukkan potensi kelainan, dokter akan mengevaluasi hasilnya untuk menentukan apakah pemeriksaan lanjutan diperlukan. Hal ini diharapkan dapat menghilangkan kebutuhan akan peninjauan oleh dokter kedua, sementara protokol pengecekan ganda tetap berlaku untuk gambar yang dianggap normal oleh AI.
Kementerian Kesehatan Jepang masih harus menentukan waktu, metode, dan struktur verifikasi yang akan digunakan setelah mengumpulkan pendapat dari para ahli. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengatasi beban kerja dokter dan staf medis serta meningkatkan efisiensi dalam prosedur pemeriksaan kanker di Jepang.






