Sesar Cisadane Membentang: Peringatan Warga Jabodetabek

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan pihak lain mengungkap keberadaan garis patahan geologi bernama Sesar Cisadane di wilayah Jabodetabek. Sesar ini merupakan salah satu struktur geologi yang mengelilingi Jakarta bersama dengan Sesar Baribis dan Sesar Citarik. Sesar Cisadane menyimpan sejarah aktivitas tektonik masa lalu yang diyakini membelah gunung. Untuk menelusuri lebih lanjut keberadaan sesar ini, tim peneliti melakukan ekspedisi lapangan ke Gunung Nyungcung di Rumpin, Kabupaten Bogor, sekitar 20 kilometer atau satu jam perjalanan dari Jakarta. Berbagai metode penelitian digunakan, termasuk analisis data gaya berat, seismik, pengamatan geologi di permukaan, serta pemetaan udara menggunakan drone dengan sensor LiDAR.

Hasil penelitian menunjukkan adanya sesar mendatar berarah relatif barat laut tenggara yang dinamakan Sesar Cisadane karena mengikuti aliran Sungai Cisadane. Wilayah sekitar Gunung Nyungcung terdiri dari berbagai jenis batuan, terutama batu pasir gampingan, menunjukkan kemungkinan Gunung Nyungcung merupakan dasar laut yang terangkat ke permukaan. Adanya Gunung Panjang di sisi timur Gunung Nyungcung juga menunjukkan indikasi adanya sesar naik yang merupakan bagian dari pola Sesar Baribis dengan arah barat-timur, sama-sama tersusun dari batu pasir gampingan yang diterobos batuan beku.

Selain itu, tim peneliti juga menemukan bukti bahwa Gunung Panjang pada masa lalu terhubung dengan Gunung Nyungcung di Rumpin sebelah barat, kemudian terpisah oleh aliran Sungai Cisadane akibat aktivitas sesar mendatar atau geser yang berarah barat laut-tenggara. Peneliti menyatakan bahwa sesar tersebut memiliki potensi aktif, sebagaimana terlihat dari penampang seismik yang terekam.

Meskipun demikian, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa Sesar Cisadane merupakan sesar tua yang diperkirakan terbentuk sekitar 5 juta tahun lalu. Lana menegaskan bahwa keberadaan sesar tersebut belum tentu aktif, tetapi masyarakat yang tinggal di sekitar sesar tetap perlu meningkatkan kewaspadaan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing oleh isu tidak bertanggung jawab terkait potensi gempa bumi dan tsunami. Dengan tingginya risiko di daerah rawan gempa bumi, warga diharapkan mengikuti kaidah bangunan tahan gempa dan memiliki jalur evakuasi yang sudah disiapkan.

Source link