BMKG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (Jatim) telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengurangi risiko cuaca ekstrem selama masa mudik Lebaran tahun 2026. Operasi ini difokuskan pada pengendalian intensitas hujan di wilayah rawan bencana dengan basis di Posko Lanudal Juanda, Surabaya. Supervisi BMKG, Alif Kurniawan, mengungkapkan keefektifan operasi ini dalam menurunkan curah hujan hingga 40 persen dibandingkan kondisi normal. Langkah ini diambil menyusul prakiraan peningkatan curah hujan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi. Teknologi modifikasi cuaca diharapkan dapat membantu mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat. Selain itu, strategi penyemaian berbasis analisis radar cuaca real-time juga diimplementasikan untuk menekan pertumbuhan awan di daratan demi kesejahteraan masyarakat. Peringatan dan pemantauan informasi cuaca terkini sangat penting bagi semua pihak, terutama bagi para pemudik saat perayaan Idulfitri. Dengan langkah-langkah proaktif ini diambil, diharapkan upaya mitigasi bencana cuaca ekstrem dapat berdampak lebih baik bagi keselamatan masyarakat.
Modifikasi Cuaca BMKG-BPBD Jatim untuk Risiko Ekstrem Saat Mudik
Read Also
Recommendation for You
Pakar oseanografi meramalkan potensi berkah di laut meski beberapa wilayah Indonesia mengalami kekeringan selama musim…

Fenomena El Nino yang diperkirakan akan sangat kuat dalam beberapa bulan ke depan meningkatkan peringkat…

Sejumlah wilayah di Indonesia masih mengalami hujan dengan intensitas tinggi meskipun secara kalender klimatologis telah…
Pada Sabtu (11/4) pagi, empat astronaut Artemis II sukses melakukan splashdown atau mendarat kembali ke…
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menggandeng startup lokal untuk memperkuat penanganan judi online atau…




