Warga binaan Lapas Kelas IIB Ngawi di Jawa Timur merasakan momen yang berbeda saat berbuka puasa bersama keluarga. Pemandangan yang biasanya dipenuhi dengan penjagaan ketat kini menjadi hangat dengan keseruan anak-anak keluarga binaan. Pasalnya, para narapidana mendapat kesempatan langka untuk bertemu dan berbuka puasa bersama keluarga tercinta. Salah satunya adalah Bunga, yang mengekspresikan kebahagiaan dan harunya saat bertemu dengan suaminya yang tengah mendekam di dalam lapas. Momen tersebut menjadi saat yang penuh canda dan tangis haru bagi mereka.
Bunga mengungkapkan kegembiraannya karena tak disangka-sangka bisa bertemu suaminya dan melaksanakan berbuka puasa bersama. Inilah juga yang menjadi permintaan anak-anak mereka. Anak-anak sering bertanya kapan bisa berbuka bersama ayahnya seperti teman-teman sekolahnya. Kegiatan ini disambut dengan ucapan terima kasih kepada Kepala Lapas Ngawi atas kesempatan tersebut. Kepala Seksi Pembinaan Narapida, Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), Devi Pujiastutik menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan Ramadan dengan metode bergantian. Dari 200 warga binaan, sebanyak 60 orang mendaftar untuk program berbuka bersama.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan semangat bagi warga binaan melalui momen berbuka puasa bersama keluarga. Pihak Lapas Kelas IIB Ngawi menjalankan tugas pengamanan program buka bersama dengan ketat namun tetap humanis. Mereka menjalankan prosedur dengan cermat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan begitu, kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk bersilaturahmi dengan keluarga, namun juga menguatkan semangat dan kemanusiaan di dalam lapas.












