Iran mengadopsi strategi perang atrisi dalam menghadapi AS dan Israel, di mana fokus utamanya adalah pada daya tahan dan pencegahan. Mereka investasi pada drone murah dan rudal balistik agar lawan dipaksa menggunakan sistem pencegat yang lebih mahal, menciptakan perang ekonomi yang menguras sumber daya lawan. Ancaman Iran terhadap Selat Hormuz juga menjadi strategi untuk mengganggu jalur energi dunia dan memaksa AS-Israel untuk meredakan ketegangan. Namun, taktik menyerang negara tetangga yang mendukung pangkalan AS dapat membuat Iran semakin terisolasi secara diplomatik di masa depan. Oleh Aditya (Konten Writer) – Imam Hairon (Editor). Berita lainnya dapat ditemukan di Google News SUARA INDONESIA.
Strategi Bertahan Iran: Perang Atrisi Melawan Superpower
Read Also
Recommendation for You

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Tulungagung periode 2025-2030, Gatut Sunu Wibowo, sebagai tersangka…

Anggota DPRD Kabupaten Malang, Abdulloh Aziz, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan langkah konkret dalam…

Profesor Agus Trihartono, Guru Besar FISIP di Universitas Jember, berbagi pandangan penting tentang pendekatan komunikasi…

Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Herjun Atna Firdaus, berhasil mendapatkan podium ketiga dalam balapan…








