Lebanon saat ini mengalami krisis pengungsi yang mengkhawatirkan dengan lebih dari setengah juta orang kehilangan tempat tinggal akibat kampanye pengeboman masif yang melanda berbagai wilayah. Menteri Urusan Sosial, Haneen Sayed, mengungkapkan bahwa jumlah warga yang mengungsi telah melampaui 500.000 orang. Namun, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 117.000 orang yang bisa tertampung di 538 fasilitas pengungsian resmi, dengan banyak warga yang belum terdata. Hal ini membuat kondisi di tempat penampungan sangat padat dan kekurangan pasokan dasar.
Pemerintah Lebanon terus mendorong warga yang belum terdaftar untuk segera mendaftarkan diri guna mendapatkan bantuan logistik. Serangan udara yang dilancarkan Israel yang mengakibatkan lebih dari 100 titik hancur dalam sehari diklaim ditujukan untuk menghancurkan infrastruktur kelompok tertentu, namun dampaknya justru terasa luas terhadap warga sipil. Ribuan keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka hanya dengan membawa pakaian di badan. Situasi ini menunjukkan bahwa krisis pengungsi Lebanon semakin memburuk dan memerlukan respons cepat dan tegas untuk mengatasi kondisi yang makin memprihatinkan.
Krisis Pengungsi Lebanon: Kehilangan Tempat Tinggal












