Kondisi perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran semakin memanas, mengguncang dunia dengan kekhawatiran akan terjadinya perang dunia III. Dampaknya tidak hanya dirasakan di tingkat global, tetapi juga oleh sejumlah Warga Negara Indonesia yang terjebak di luar negeri. Banyak dari mereka tidak dapat pulang ke Tanah Air karena penerbangan dibatalkan akibat serangan drone ke Bandara Dubai.
Sujiwo Tejo, yang juga ikut memberikan pendapat terkait konflik di Timur Tengah, menyayangkan esensi dari perang modern yang semakin disertai dengan teknologi. Ia membandingkan perang saat ini dengan pesta kembang api dan petasan belaka. Menurutnya, cara berperang yang dilakukan dari jarak jauh tanpa pertemuan langsung antar pihak yang bersengketa mencerminkan sikap kurang berani.
Pernyataan kritis Sujiwo Tejo tersebut menimbulkan beragam respons dari masyarakat di media sosial. Ada yang sepakat dengan pandangannya, menyatakan bahwa peperangan modern telah kehilangan nilai-nilai keberanian dan kehormatan. Namun, tidak sedikit pula yang berpendapat bahwa perkembangan teknologi telah mengubah strategi militer menjadi lebih efektif dengan meminimalkan risiko pertempuran langsung.
Sementara itu, konflik antara Amerika dan Israel versus Iran terus berlanjut. Israel dilaporkan meningkatkan kekuatan militernya di wilayah Lebanon Selatan, sementara Iran dituduh meluncurkan serangan drone ke kedutaan besar Amerika di Riyadh. Konflik tersebut masih menjadi sorotan utama dalam situasi politik dan keamanan di Timur Tengah.












