Mengenai Produksi Jagung di Banyuwangi
Penguatan produksi jagung terus menjadi fokus di Banyuwangi dengan digelarnya panen raya jagung yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dan Ketua Kwarda Jatim Arum Sabil. Acara panen raya tersebut berlangsung di Green Farm, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, yang merupakan pusat pelatihan pertanian modern di daerah tersebut.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa Jawa Timur merupakan kontributor terbesar dalam produksi jagung di Indonesia. Hal ini berkat kolaborasi yang erat antara berbagai pihak, termasuk gerakan pramuka yang turut berperan dalam program ketahanan pangan nasional. Produksi jagung pipilan kering Jawa Timur pada tahun 2025 mencapai 4,8 juta ton, hampir dua kali lipat dibandingkan dengan Jawa Tengah.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto menekankan pentingnya peningkatan produksi jagung yang harus diiringi dengan perbaikan kualitas. Sementara Bupati Banyuwangi Ipuk membanggakan surplus produksi jagung dan beras di daerahnya. Pada tahun 2025, Banyuwangi mencatat surplus jagung sebesar 180.754,50 ton dan beras sebanyak 383.258,03 ton.
Panen raya di Green Farm merupakan hasil dari penanaman jagung seluas 50 hektar pada November 2025. Dengan rata-rata produksi jagung gelondongan mencapai 8-10 ton per hektar, pemilik Green Farm, Arum Sabil, optimistis bahwa produktivitas bisa meningkat hingga 10-12 ton per hektar pada musim tanam berikutnya. Kegiatan panen raya tersebut merupakan bagian dari upaya untuk terus meningkatkan produksi jagung dan beras di Banyuwangi, serta memastikan ketahanan pangan daerah tetap terjaga.












