PREDIKSI CUACA JAKARTA HARI INI: Hujan Lebat, 27 Februari

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah wilayah di Jabodetabek akan mengalami hujan sedang hingga lebat pada hari ini, Jumat (27/2). Dalam Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek periode 26 Februari-02 Maret, BMKG memperkirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat pada hari ini. Selain itu, hujan dengan intensitas serupa diprediksi mengguyur Kepulauan Seribu, Kabupaten Bogor, dan Kota Bogor. Dalam prediksi ini, BMKG tidak menemukan wilayah berpotensi hujan sangat lebat atau ekstrem. Namun, seluruh wilayah Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, serta Kepulauan Seribu diperkirakan akan mengalami angin kencang.

Pada Sabtu (28/2), angin kencang diperkirakan tidak akan terjadi di wilayah-wilayah tersebut. Sementara itu, hujan sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah yang lebih luas. Seluruh wilayah Jabodetabek, kecuali Kabupaten Bekasi dan Kota Bogor diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. BMKG menyatakan bahwa fenomena atmosfer baik global, regional, maupun lokal akan terus memberikan dampak signifikan terhadap cuaca di Indonesia.

Pada skala global, La Niña dengan kategori lemah masih terdeteksi melalui nilai SOI dan Niño3.4. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di kawasan Indonesia bagian timur. Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih memengaruhi kondisi atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Aktivitas MJO diperkirakan memasuki fase 3 (Indian Ocean) dan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. Selain itu, Gelombang Kelvin juga diprediksi aktif di sejumlah wilayah Indonesia.

Gelombang Equatorial Rossby juga diperkirakan akan aktif di beberapa wilayah di Indonesia. Sistem tekanan rendah yang berada di Samudera Hindia barat daya Lampung, serta sirkulasi siklonik yang terbentuk di beberapa lokasi, juga berpotensi meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik maupun di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut.

Source link