Sherly adalah seorang perempuan muda yang telah menjalani perjalanan spiritual yang penuh warna. Perceraian orang tuanya pada usia 16 tahun telah mengguncang kestabilan emosionalnya dan membuatnya kehilangan arah hidup. Sherly akhirnya terjerumus pada kebiasaan buruk seperti mengonsumsi alkohol berlebihan. Namun, lingkungan kerjanya membawa dia pada pertemuan dengan sejumlah muslimah yang memberikan perhatian dan kepedulian yang tulus, terutama saat bulan Ramadhan tiba. Interaksi dengan rekan-rekan Muslim ini membuatnya tertarik pada Islam, meskipun pada awalnya dia masih bergumul dengan kebiasaan lamanya.
Saat memasuki bangku kuliah, Sherly masih terjebak dalam kebiasaan yang merugikan kesehatan mentalnya. Namun, dorongan untuk mencari jawaban atas kegelisahannya semakin kuat. Ia mulai membaca terjemahan Al-Qur’an secara digital dan menemukan ketenangan batin dalam proses tersebut. Akhirnya, setelah melakukan refleksi yang mendalam, Sherly memutuskan untuk memeluk agama Islam.
Keputusan tersebut mengejutkan banyak orang di sekitarnya, tetapi bagi Sherly, itu adalah langkah menuju ketenangan dan kebahagiaan yang belum pernah dirasakannya sebelumnya. Sherly merasa bahwa Islam membantu dia untuk mendapatkan kembali hidupnya dan memahami makna sejati dari keberadaannya. Pergulatan dan perjalanan penuh liku ini adalah pengingat bahwa hidayah bisa datang dari sumber-sumber yang tak terduga, dan ia menemukan ketenangan dalam pelukan Islam.












