Serpihan kertas yang mencemari lingkungan Alun-alun Pemalang setelah terjadinya perang petasan dan balon air telah menjadi sorotan. Aparat melakukan tindakan penertiban setelah aksi tersebut terjadi usai Subuh pada hari kedua Ramadan di kawasan Alun-Alun Pemalang. Dalam operasi tersebut, ratusan petasan dan balon air berhasil diamankan oleh petugas. Warga sekitar merasa terganggu oleh kejadian tersebut, terutama karena kejadian tersebut terjadi saat sebagian besar masyarakat masih beristirahat setelah sahur dan salat Subuh.
Salah satu warga, Sutarjo, yang melintas di lokasi kejadian, menilai bahwa aksi tersebut sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan masyarakat. Petugas cepat tanggap setelah menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas berpotensi membahayakan tersebut. Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum), Agus Sarwono, juga membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa petugas segera mengambil tindakan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekitar Alun-Alun Pemalang.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, petugas memberikan pembinaan kepada para pelaku dan memberikan imbauan agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Langkah ini diambil sebagai upaya penegakan peraturan daerah dan pencegahan agar lingkungan sekitar alun-alun tetap nyaman dan aman. Aksi perang petasan dan balon air ini harus dihindari demi keamanan dan ketertiban masyarakat.












