Bos Instagram Bantah Aplikasi Bikin Kecanduan: Fakta Terbaru

Ada pernyataan mengejutkan dari Bos Instagram, Adam Mosseri, yang tidak percaya bahwa pengguna bisa mengalami ‘kecanduan secara klinis’ terhadap aplikasi tersebut. Pernyataannya terkait dengan sidang terkait dugaan kecanduan media sosial yang diajukan terhadap YouTube dan perusahaan induk Instagram, Meta, oleh seorang perempuan bernama Kaley berusia 20 tahun.

Kaley menuduh perusahaan-perusahaan tersebut sengaja mengembangkan fitur-fitur adiktif untuk menarik pengguna muda, yang menurutnya berdampak buruk pada kesehatan mental. Gugatan ini menjadi sorotan karena menjadi kasus pertama dari lebih dari 1.500 kasus serupa yang diajukan ke pengadilan, dan bisa menjadi preseden dalam menuntut pertanggungjawaban raksasa media sosial atas dampak terhadap kesehatan mental pengguna muda.

Pada persidangan tersebut, pengacara penggugat menanyai Mosseri tentang prioritas Instagram terhadap keuntungan dan kesehatan mental, serta pengawasan terhadap aplikasi yang bisa membuat pengguna muda kecanduan. Meski sikap Mosseri menyatakan bahwa ia belum yakin seseorang bisa ‘kecanduan’ secara klinis terhadap Instagram, namun ia mengakui bahwa penggunaan yang berlebihan bisa menjadi masalah bagi beberapa individu.

Mosseri juga menyampaikan dukungannya terhadap regulasi keamanan daring yang lebih ketat saat bersaksi di komite Senat pada Desember 2021. Ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan platform Instagram lebih aman, meskipun orang tua tidak menggunakan fitur kontrol orang tua. Selain itu, Mosseri membantah tuduhan bahwa Instagram menargetkan remaja untuk memaksimalkan keuntungan.

Gugatan tersebut juga menyoroti fitur-fitur adiktif seperti infinite scroll, autoplay, dan tombol ‘like’, serta filter kecantikan yang dianggap mengubah citra tubuh. Dalam pertanyaan penggunaan Instagram oleh Kaley lebih dari 16 jam per hari, Mosseri menyatakan bahwa itu terdengar seperti penggunaan yang bermasalah.

Meski terjadi perdebatan mengenai dampak Instagram terhadap kesehatan mental Kaley, pengacara Meta berargumen bahwa masalah kesehatan mental yang dialami Kaley dipengaruhi oleh kehidupan keluarganya, bukan hanya oleh Instagram. Selain itu, undang-undang federal yang melindungi perusahaan teknologi dari tanggung jawab atas konten pengguna juga turut menjadi perhatian dalam kasus ini.

Sebelum kesaksian Mosseri, Hakim Pengadilan Tinggi Carolyn Kuhl memberikan instruksi agar para pihak tidak membahas soal fitur keamanan konten atau konten spesifik yang terpapar kepada Kaley di platform tersebut. Ini menjadi tantangan yang ingin diselesaikan agar pertanggungjawaban raksasa media sosial terhadap kesehatan mental pengguna muda bisa dibuktikan dengan tepat.

Source link