Berita  

Banyuwangi Berpotensi Jadi Pusat Bioetanol Tebu

Pembangunan pabrik bioetanol berbasis tebu dalam kawasan Glenmore Banyuwangi telah dimulai. Kabupaten Banyuwangi diharapkan akan berkontribusi sebagai pemasok bahan bakar ramah lingkungan dengan pabrik ini, yang mampu memproduksi hingga 30 ribu kilo liter (KL) bioetanol setiap tahunnya. Proyek ini merupakan bagian dari agenda transisi energi nasional, dimana pabrik ini diinisiasi oleh PT Pertamina bekerjasama dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di lahan seluas 10 Ha. Tujuan dari pembangunan pabrik ini adalah untuk mendukung bauran energi nasional, mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak, serta memberikan kontribusi positif pada lingkungan.

Dalam pernyataannya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa bioetanol merupakan energi bersih yang lebih ramah lingkungan dan pabrik ini akan membantu dalam memaksimalkan serapan tebu dari petani di Banyuwangi dan sekitarnya. Pembangunan pabrik rencananya akan dimulai pada bulan Juni mendatang dan diperkirakan akan memakan waktu sekitar 24 bulan untuk diselesaikan. Direktur Transformasi dan Kelanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menambahkan bahwa pabrik ini diharapkan mampu memproduksi 30.000 kiloliter bioetanol per tahun, yang akan membantu mengurangi impor bahan bakar minyak hingga 13,9 juta USD dan mengurangi emisi karbon sebanyak 66.000 ton CO2 ekuivalen setiap tahunnya.

Selain itu, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) telah memastikan bahwa ketersediaan bahan baku untuk pabrik tersebut sangat mencukupi, dengan produksi molase hampir mencapai 700 ribu ton setiap tahunnya. Dengan adanya pabrik bioetanol ini, diharapkan dapat memperluas penggunaan etanol sebagai bahan bakar bersih, sehingga sejalan dengan negara-negara maju yang telah memanfaatkan etanol sebagai bahan bakar alternatif. Dengan demikian, pabrik bioetanol ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi ketahanan energi nasional sekaligus menjaga lingkungan hidup yang lebih berkelanjutan.

Source link