Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa gempa berkekuatan M6,4 di Pacitan, Jawa Timur pada Jumat dini hari merupakan jenis gempa megathrust. Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, gempa tersebut dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng. Beruntung, gempa ini tidak mencapai magnitudo 7,0 yang dapat berpotensi tsunami. Gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,2 dan episenter gempabumi terletak di laut pada jarak 89 Km arah Tenggara Kota Pacitan pada kedalaman 58 km.
Guncangan gempa ini dirasakan luas di sejumlah wilayah di Pulau Jawa, dengan beberapa daerah seperti Bantul, Sleman, dan Pacitan mengalami intensitas getaran yang dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Meski demikian, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak memicu tsunami atau gelombang pasang di pesisir selatan. Hingga saat ini, tidak terjadi aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Wilayah lain seperti Kulon Progo, Trenggalek, dan Wonogiri juga merasakan getaran skala intensitas yang berbeda, begitu pun dengan wilayah Tuban dan Jepara.
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng. Meskipun kekuatan gempa cukup signifikan, BMKG memastikan bahwa tidak ada potensi tsunami dari peristiwa ini.Ini adalah penjelasan yang disampaikan BMKG terkait dengan gempa megathrust di Pacitan, Jawa Timur.










