Sebuah tim peneliti dari ETH Zurich, Swiss, telah berhasil mengirimkan robot anjing ke lereng Gunung Etna di Italia pada hari Senin. Robot anjing ini memiliki tujuan untuk mendeteksi perubahan aktivitas vulkanik secara mandiri dengan cara mengendus gas. Dengan menggunakan robot ini, para peneliti mampu mengumpulkan data yang diperlukan untuk memprediksi kapan letusan gunung akan terjadi, tanpa perlu mengirim orang ke area berbahaya. Selama uji coba di Gunung Etna, tim peneliti melaporkan bahwa robot telah menjalani tiga misi otonom di berbagai medan, mencapai tingkat otonomi sekitar 93 hingga 100 persen. Hal ini menunjukkan potensi besar dari teknologi ini dalam memantau aktivitas vulkanik dengan lebih efisien dan aman.
Robot Anjing di Gunung Etna: Cium Gas dan Prediksi Letusan
Read Also
Recommendation for You

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem…

Apple Developer Academy membuka fasilitas pendidikan kelimanya di Indonesia, kali ini terletak di Jakarta dan…

Idul Fitri merupakan momen untuk silaturahmi dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Menteri Komunikasi dan Digital…
Nintendo telah mengambil langkah drastis dengan mengajukan gugatan terhadap pemerintah federal di Pengadilan Perdagangan Internasional…







