Majelis guru dan pegawai MTsN 2 Tanah Datar bergabung dalam lokakarya Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 yang mengusung konsep deep learning dan kurikulum berbasis cinta. Kegiatan ini sebagai respons atas tantangan pendidikan di era digital. Diadakan di salah satu hotel di Batusangkar, lokakarya ini bertujuan untuk implementasi deep learning dalam pembelajaran dengan makna hidup dan kurikulum yang berbasis cinta menggunakan teknologi di era digital. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar, Amril, secara resmi membuka kegiatan ini dengan menyatakan bahwa transformasi pembelajaran di madrasah menjadi suatu kebutuhan yang tak terhindarkan.
Menurut Amril, para pendidik tidak hanya perlu menguasai materi, tetapi juga harus mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna, berakhlak, sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kepala MTsN 2 Tanah Datar, Aslinda, menggambarkan lokakarya ini sebagai momen penting untuk menyatukan visi dan persepsi guru dalam menghadapi perubahan pendidikan digital. Aslinda, yang sedang menempuh pendidikan doktoral (S3), menekankan pentingnya inovasi pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik semata.
Penerapan deep learning dan kurikulum berbasis cinta diharapkan dapat membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa empati, dan memberikan makna yang mendalam dalam proses belajar. Narasumber dalam lokakarya ini, Rika Maria dan Sisfa Aria, membahas materi secara komprehensif mulai dari konsep deep learning, integrasi nilai cinta dan empati dalam kurikulum, hingga penggunaan teknologi digital secara bijak dalam pembelajaran. Upaya MTsN 2 Tanah Datar dalam mengakselerasi transformasi pembelajaran ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi para siswa dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan di era digital.












