Bunga bangkai raksasa Amorphophallus titanum di Kebun Raya Bogor diperkirakan akan mekar sempurna pada hari ini, Selasa (3/2). Bunga langka ini asal Sumatra terakhir kali mekar 12 tahun lalu pada 2014, dan fenomena ini kembali menyedot perhatian publik. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, turut meninjau perkembangan bunga bangkai tersebut.
Dari keterangan resmi BRIN, tinggi bunga bangkai mencapai 120 sentimeter dengan diameter kuncup sekitar 21 sentimeter pada Sabtu (31/1) lalu. Arif berharap momen langka ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang ingin mempelajari kekayaan biodiversitas Indonesia.
Amorphophallus titanum termasuk dalam spesies yang dilindungi dan tergolong sebagai Endangered Species atau spesies langka menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Para peneliti terus berusaha memahami pola pemekaran bunga bangkai ini karena kerap tidak teratur.
Titan arum dikenal sebagai tanaman berbunga dari keluarga Araceae, endemik di hutan hujan di pulau Sumatra. Bunga ini mekar jarang dan hanya dalam waktu singkat, mengeluarkan bau busuk yang kuat yang menarik penyerbuk. Hal ini membuat tanaman ini dikenal sebagai bunga bangkai atau tanaman mayat.
Kebun Raya Bogor, yang sudah menanam sembilan jenis bunga bangkai sejak 1992, diharapkan tidak hanya sebagai tempat penelitian dan koleksi, tetapi juga menjadi edukasi konservasi. Arif percaya bahwa hal ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keanekaragaman hayati Indonesia.
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, dan penting untuk dapat merawat dan mengelolanya dengan baik. Dengan begitu, keanekaragaman hayati di Indonesia, termasuk yang ada di Kebun Raya, dapat dipertahankan secara berkelanjutan.












