Kopi Arabika premium Banyuwangi yang dikenal dengan jenis Yellow Caturra dan Yellow Bourbon tumbuh subur di lereng Gunung Raung, Kalibaru. Ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh Banyuwangi dalam menghasilkan “emas hijau” di wilayah tersebut. Kedua jenis kopi langka tersebut, yaitu Arabika Yellow Caturra dan Yellow Bourbon, kini telah mulai ditanam secara serius di daerah itu.
Dari informasi yang didapat, kedua jenis kopi premium ini ditanam di lahan seluas 7 hektare dengan rata-rata produktivitas mencapai 1 ton per hektare. Produksi total kopi green bean yang dihasilkan dari lahan tersebut sekitar 7 ton per tahun. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Danang Hartanto, kedua varietas kopi ini termasuk jenis langka di Indonesia yang memiliki nilai jual tinggi di pasar kopi kelas atas.
Kualitas tanah vulkanik yang subur serta kondisi geografis lereng Gunung Raung yang mendukung, memberikan keunggulan dalam menghasilkan kopi Arabika berkualitas ekspor. Faktor-faktor seperti ketinggian wilayah, iklim yang sejuk, dan topografi yang ideal di Kalibaru menjadi pembentuk karakter rasa kopi yang khas. Varian kopi Yellow Caturra dan Yellow Bourbon ini yang berasal dari Brasil memiliki karakteristik warna buah kuning saat matang dan menawarkan rasa manis dan asam yang seimbang.
Dengan upaya pengembangan kopi langka ini, Banyuwangi berharap dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan kesejahteraan petani. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi aktif mendorong penguatan budidaya, pascapanen, serta pemasaran kopi agar dapat bersaing di pasar global. Dengan harapan bahwa kopi Arabika Banyuwangi dari lereng Gunung Raung dapat semakin dikenal di kancah internasional.












