Penanganan dampak banjir di Sungai Glintongan, Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo masih terus dilakukan meskipun banjir sudah surut. Masalah utamanya adalah tumpukan sampah dan barongan bambu yang menyumbat aliran sungai. Sebagai tindakan preventif, alat berat turun gunung untuk membersihkan sampah tersebut agar tidak terjadi banjir susulan.
Pembersihan dilakukan secara intensif hingga malam hari oleh BPBD Kabupaten Probolinggo dengan melibatkan satu unit excavator dan satu unit dump truk. Sebanyak 25 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses pembersihan. Kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam percepatan penanganan pascabanjir.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo, Muhammad Al Fatih, memberikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan oleh BPBD dan pihak terkait. Namun, ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh agar masalah banjir bisa diatasi secara lebih berkesinambungan. Penyumbatan sungai akibat sampah bukanlah hanya masalah teknis, tetapi juga merupakan cermin lemahnya pengelolaan lingkungan dan pengawasan.
DPRD akan mendorong peningkatan pemeliharaan infrastruktur sungai serta koordinasi lintas OPD untuk mengatasi masalah banjir secara lebih efektif. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi yang lebih berkelanjutan dan bukan hanya respons darurat yang sifatnya sementara. Artinya, penanganan banjir harus menjadi prioritas yang diawasi secara ketat agar tidak hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa solusi yang nyata.
DPRD Probolinggo Minta OPD Bergerak Proaktif, Bukan Hanya Saat Banjir












