Berita  

Persewangi Tersingkir: Analisis Kekalahan Tanpa Perlawanan

Persewangi Banyuwangi Terhenti di 32 Besar: Penilaian dari Pemerhati Sepak Bola

Langkah Persewangi Banyuwangi harus terhenti di babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur musim ini, menimbulkan kekecewaan dari kalangan penggemar sepak bola lokal. Hibbul Hadi, pemerhati sepak bola Banyuwangi, mengungkapkan keputusannya ini terasa begitu menyakitkan karena minimnya perlawanan yang ditunjukkan tim di lapangan. Meskipun kekalahan adalah hal lumrah dalam dunia sepak bola, namun kekalahan tanpa pertarungan yang berarti bisa memberikan dampak psikologis yang lebih berat.

Hibbul Hadi juga menyoroti perubahan permainan tim dari musim sebelumnya yang merupakan juara Jawa Timur, hingga sekarang hanya bisa melangkah hingga 32 besar. Menurutnya, komposisi pemain tidak terlalu berbeda secara signifikan, namun performa tim tidak mencerminkan kualitas yang sama. Ia juga mengkritik gaya bermain tim yang terlalu mudah ditebak oleh lawan, menuntut kesiapan taktik dan mental yang lebih baik.

Dari babak 64 besar, Hibbul sudah melihat penurunan performa tim tersebut, menyoroti pelatih Francis Wawengkang yang tidak mampu menghadirkan permainan yang konsisten dan meyakinkan. Dampak performa pemain luar daerah juga dinilainya turut memengaruhi performa pemain lokal yang terus mendapat kritik dari publik. Hibbul berharap kegagalan ini menjadi momentum evaluasi bagi manajemen untuk memberi ruang yang lebih besar bagi talenta lokal dan lebih serius dalam mengelola tim sepak bola Persewangi ke depan. Sepak bola Banyuwangi, menurutnya, terlalu besar untuk diperlakukan seadanya.

Source link