Beberapa negara telah mulai melarang penggunaan aplikasi kecerdasan buatan China yang diklaim dapat menyaingi ChatGPT dengan biaya lebih murah, yaitu DeepSeek. DeepSeek membuat heboh dunia awal tahun lalu karena dituduh mencontek model kecerdasan buatan OpenAI, dengan terus menerus mencoba meniru teknologi perusahaan AI Amerika. Dengan biaya yang lebih rendah, aplikasi ini menjadi sorotan di beberapa negara terkait kebijakan keamanan dan privasi. Menurut Reuters, DeepSeek menyimpan data pribadi pengguna di komputer di China, seperti permintaan ke program AI dan file yang diunggah. Sebagai tanggapan, beberapa negara telah mengambil tindakan terkait aplikasi AI terbaru asal China ini.
Australia pada awal Februari 2025, melarang penggunaan DeepSeek di semua perangkat pemerintah karena alasan keamanan. Sementara itu, Republik Ceko melarang administrasi publik negara tersebut menggunakan layanan dari startup AI China DeepSeek pada Juli lalu karena kekhawatiran terhadap keamanan data. Prancis pada Januari 2025, otoritas perlindungan privasi memutuskan untuk menginterogasi DeepSeek terkait operasi sistem AI-nya dan potensi risiko privasi. Di Jerman, komisioner otoritas perlindungan data telah meminta Apple dan Google untuk menghapus DeepSeek dari toko aplikasi mereka karena kekhawatiran terhadap keamanan data. Di India, kementerian keuangan meminta pegawainya menghindari penggunaan alat kecerdasan buatan seperti ChatGPT dan DeepSeek untuk tujuan resmi karena risiko terhadap kerahasiaan dokumen dan data pemerintah.
Selain itu, Italia telah menyelesaikan penyelidikan terhadap DeepSeek terkait informasi yang tidak akurat dan penggunaan data pribadi. Belanda mengumumkan akan meluncurkan penyelidikan terhadap praktik pengumpulan data oleh perusahaan kecerdasan buatan China DeepSeek. Taiwan melarang departemen pemerintah menggunakan layanan DeepSeek pada Februari karena dianggap sebagai risiko keamanan. Sedangkan di Amerika Serikat, pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan sanksi yang akan mencegah DeepSeek membeli teknologi AS dan membatasi akses warga AS ke layanannya. Senator AS juga telah meminta Departemen Perdagangan untuk mengevaluasi potensi kerentanan keamanan data yang disebabkan oleh model kecerdasan buatan China seperti DeepSeek. Perangkat ini mencatat penolakan DeepSeek dan respons yang diambil oleh berbagai negara terhadap aplikasi kecerdasan buatan China yang kontroversial ini.












