ISIS hingga Neo-Nazi Gunakan AI untuk Sebarkan Propaganda

Kelompok teroris ISIS dilaporkan telah mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat propaganda mereka dan menyebarkan ideologi, termasuk dengan menggunakan bot pembuat suara yang mudah diakses secara daring. Hal ini dikatakan membantu kelompok tersebut untuk berkembang, menurut analis intelijen ancaman senior di Tech Against Terrorism dan peneliti di Soufan Center, Lucas Webber.

Menurut Webber, teroris dan ekstremis kini menggunakan terjemahan berbasis AI untuk menyebarkan propaganda mereka secara digital dengan lebih efektif. Sebelumnya, mereka bergantung pada penerjemah manusia atau terjemahan mesin sederhana, namun sekarang mereka dapat menghasilkan terjemahan yang kontekstual, mempertahankan nuansa bahasa dan intensitas ideologis.

Tidak hanya ISIS, kelompok-kelompok ekstremis dari berbagai spektrum ideologis juga mulai memanfaatkan teknologi AI, seperti chatbot ChatGPT dari OpenAI, untuk memperluas aktivitas mereka. Contohnya adalah penggunaan perangkat lunak kloning suara berbasis AI oleh kelompok sayap kanan neo-Nazi untuk menyebarkan pesan-pesan kontroversial, termasuk menyulap pidato Adolf Hitler ke dalam bahasa Inggris.

Penggunaan teknologi AI ini juga terlihat dalam pengolahan pidato arsip dari era Reich Ketiga untuk meniru suara Hitler, serta dalam membuat buku audio dari manual pemberontakan seperti Siege yang telah lama dijadikan bacaan wajib oleh kelompok-kelompok neo-Nazi. Meskipun para pelaku ini terus berupaya memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan pesan ekstrem mereka, pihak berwenang kontra-terorisme selalu menghadapi tantangan untuk mengikuti perkembangan ini secara cermat.

Source link