Banjir Bandang Kalsel: Status Siaga Dini Tekan Dampak Korban Jiwa

Curah hujan ekstrem di Kalimantan Selatan pada Desember 2025 menyebabkan banjir bandang melanda enam kabupaten, memaksa ribuan warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah Provinsi Kalsel segera mengaktifkan status siaga bencana yang telah ditetapkan sebelumnya untuk menghadapi situasi tersebut. Langkah tersebut dianggap efektif dalam mengurangi korban jiwa dan dampak sosial yang lebih besar.

Akibat curah hujan yang ekstrem, debit air meluap drastis dan genangan air mencapai ketinggian atap rumah di beberapa daerah. Enam kabupaten yang terdampak paling parah termasuk Tabalong, Balangan, Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Tanah Laut. Bencana ini menjadi salah satu yang terbesar di wilayah Kalimantan pada akhir tahun 2025.

Di Kabupaten Balangan, yang terkena dampak paling besar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat lebih dari 1.400 rumah terendam dan 1.600 kepala keluarga terdampak langsung. Evakuasi dilakukan secara massal menuju posko pengungsian yang telah disiapkan untuk membantu warga terdampak.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menjelaskan bahwa respons cepat dalam penanganan bencana ini merupakan hasil dari kesiapsiagaan dini yang telah disiapkan pemerintah daerah sejak bulan November. Hal ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam yang tidak dapat diprediksi.

Source link