Peringatan Hari AIDS Sedunia di 2025 di Wana Wisata Boonpring Sanankerto, Turen, Kabupaten Malang, menjadi momen yang berbeda dalam menghadapi modernisasi dan stigma. Acara tersebut tidak hanya mengadakan seminar formal, tetapi juga merayakan kearifan lokal, seni tradisional, dan pesan kemanusiaan. Kolaborasi antara Warga Peduli AIDS (WPA) Turen dan Pusat Studi HIV AIDS Universitas Kepanjen menjadi refleksi tema Hari AIDS Sedunia yang berfokus pada layanan HIV yang berkelanjutan.
Pendekatan ini menekankan pentingnya melibatkan aspek sosial dan budaya dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS, selain dari aspek medis. Ketua WPA Turen, Tri Nurhudi Sasono, menegaskan bahwa peringatan Hari AIDS Sedunia adalah kesempatan untuk menguatkan komitmen bersama dalam mencapai Target Ending AIDS 2030. Peserta dari berbagai kalangan turut berpartisipasi dalam rangkaian acara yang meriah dan inklusif seperti lomba poster edukasi, ajang pencarian bakat, dan fashion show.
Puncak acara diramaikan dengan pementasan ludruk yang mengemas pesan edukasi tentang HIV/AIDS sambil mengajak menghentikan stigma dengan sentuhan humor khas ludruk. Para pemain, termasuk kader, kelompok dukungan sebaya, mahasiswa, dan komunitas waria WPA, berhasil menyampaikan pesan secara menghibur. Kegiatan ini berhasil terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, seperti Forkopimcam Turen, Turen Bersatu, Diamond Florist, dan pengelola Wisata Boonpring. Semua kegiatan ini menjadi ruang untuk berkolaborasi lintas sektor dan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keberlanjutan layanan HIV dengan cara yang lebih inklusif.












