Peternakan ayam petelur Desa Pakel di Banyuwangi menjadi pusat perhatian Bupati Ipuk Fiestiandani dalam agenda Bunga Desa. Desa Pakel di Kecamatan Licin menunjukkan upaya nyata dalam memperkuat kemandirian pangan desa. Melalui pengelolaan kolaboratif peternakan ayam petelur, desa ini berhasil menciptakan model pemberdayaan yang menguntungkan secara ekonomi dan sosial bagi warga setempat.
Dengan melibatkan warga sekitar sebagai tenaga pengelola, peternakan ini menghasilkan sekitar 18-20 kilogram telur setiap hari. Sebagian besar telur ini dijual untuk mendukung pemasukan desa, sementara sebagian lainnya dibagikan secara gratis kepada keluarga prasejahtera. Bupati Ipuk Fiestiandani sangat mengapresiasi inisiatif kreatif Desa Pakel ini dalam mendukung perekonomian berbasis pangan lokal.
Selain menguatkan ekonomi desa, peternakan ayam petelur Desa Pakel juga membantu memastikan kebutuhan protein masyarakat terpenuhi dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik. Produksi telur lokal seperti ini juga memberi peluang kerja bagi warga serta mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas utama pemerintah pusat.
Diketuai oleh Kepala Desa Pakel, Mulyadi, peternakan ini saat ini memelihara 430 ekor ayam petelur dan mampu menghasilkan setengah ton telur setiap bulan. Pendapatan dari penjualan telur tersebut disetorkan ke kas desa untuk pembangunan dan pelayanan publik. Desa Pakel juga memiliki program berbagi dengan membagikan telur secara gratis kepada warga kurang mampu setiap dua minggu sekali.
Pembangunan peternakan ayam petelur Desa Pakel didanai melalui Dana Desa yang dialokasikan untuk program ketahanan pangan. Kondisi ini membuat Desa Pakel menjadi contoh sukses dalam mengembangkan potensi lokal secara optimal. Camat Licin, Donny Arsilo Sofyan, menegaskan bahwa setiap desa di wilayahnya memiliki program sesuai dengan potensi yang ada, dan Desa Pakel dengan fokus pada peternakan ayam petelur membuktikan hasil yang sangat positif.












