Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, telah menegaskan komitmennya dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Gresik untuk memperkuat fokus pelayanan dengan memperluas perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan infrastruktur pendidikan dalam APBD Tahun Anggaran 2026. Komitmen ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah daerah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas permukiman, menyediakan air bersih, membangun sarana pendidikan, dan merevitalisasi ruang publik. Tujuannya adalah untuk memastikan APBD benar-benar bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Fandi Akhmad Yani menyatakan bahwa program Rehabilitasi RTLH melalui Dana Alokasi Khusus di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, telah mengalami perkembangan positif dengan peningkatan kualitas rumah dan pembangunan rumah baru. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk mempercepat penanganan RTLH sebagai upaya keberpihakan kepada warga kurang mampu.
Di sektor air bersih, Pemkab Gresik telah menyelesaikan pembangunan reservoir di beberapa kecamatan untuk mengatasi kekurangan air bersih. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan distribusi air PDAM Gresik secara merata. Selain itu, pembangunan prasarana air bersih juga dilakukan untuk mendukung pendirian Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu.
Pemerintah juga sedang mengembangkan Gresik Universal Science Center (GUS) di kompleks Islamic Center Balongpanggang sebagai pusat edukasi publik berbasis teknologi. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan minat anak-anak terhadap teknologi, penelitian, dan inovasi. GUS juga diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas kreatif masyarakat yang menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi modern.












